Dituding Berbau Porno, Ini Penjelasan Ramen Ranjang 69

Depok – Manajemen Restoran Ramen Jangar 69 angkat bicara perihal maraknya tudingan kepada restoran mereka yang dinilai mengandung konten pornografi. Direktur Operasional Ramen Jangar 69 Rizal Chairul Insan mengatakan, penamaan restoran mereka dengan menggunakan angka 69 tidak mengandung unsur pornografi atau apapun yang berbau hal seksual. Penamaan tersebut murni sebagai sesuatu yang dinilai dapat menarik perhatian masyarakat. “Kami sebenarnya santai menanggapi maraknya pemberitaan terkait penamaan restoran kami. Namun selama ini kami memang tidak pernah angkat bicara. Jadi, ini saatnya kami memberikan penjelasan,” ujar Rizal kepada SP di Restoran Ramen Jangar 69 di Jalan Kompol M. Jasin Akses UI, Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/9). Diungkap Rizal, pihaknya menyayangkan berbagai elemen masyarakat yang hanya menuding tanpa mau duduk bersama dan datang ke restoran yang menyajikan hidangan utama berupa mie ramen tersebut. Padahal, kata Rizal, di dalam restoran ini sama sekali tidak ada hal yang mengandung unsur pornografi. Restoran Ramen Jangar 69 ini bahkan menjadi tempat nongkrong favorit para anak muda di Depok. Apalagi lokasinya dekat dengan salah satu universitas swasta di Depok. “Kalau memang dirasa meresahkan, kami akan sangat senang jika organisasi masyarakat atau para wakil rakyat di DPRD untuk berkunjung ke sini dan melihat langsung apakah di sini terdapat unsur pornografi atau tidak,” tutur Rizal. Lebih lanjut dipaparkan Rizal, Ramen Jangar 69 memang sempat disingkat menjadi Ranjang 69. Hal inilah yang memicu keresahan lantaran nama tersebut dinilai berbau hal seksual. Namun kini, khusus di Depok dan di Pandeglang, nama tersebut tidak lagi disingkat dan dipanjangkan menjadi Ramen Jangar 69. “Kami memiliki 12 cabang di Jawa Barat. Hal seperti ini pernah muncul juga di Pandeglang, Banten tapi tokoh-tokoh yang berkeberatan, mau datang kepada kami untuk bicara panjang lebar. Akhirnya dapat terselesaikan dengan baik setelah duduk bersama,” tutur Rizal. Sedangkan dari Pemerintah Kota Depok, Direktur Marketing Ramen Jangar 69 Rizka Rahman Sidik mengakui bahwa pihaknya telah didatangi oleh Dinas Tata Ruang dan Permukiman untuk melakukan inspeksi mendadak. “Kami dapat saran untuk mengganti nama restoran kami. Tapi kami tidak mau karena bagi kami jika ada yang ingin nama restoran kami diganti maka orang tersebut harus menjelaskan maksud mereka dan memberikan solusi bukan hanya desakan dan kritikan,” papar Rizal. Ramen Jangar 69 mengungkapkan bahwa mereka taat untuk membayar pajak di Kota Depok. Bahkan koordinasi dengan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Depok sudah terjalin dengan baik. Polemik penamaan Ramen Jangar 69 muncul lantaran keberatan dari pihak salah satu ormas di Depok baru baru ini menilai nama restoran ini mengandung unsur pornografi. Ramen Jangar 69 sendiri sudah berdiri di Depok sejak tiga tahun lalu. Hari Wiro/FMB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu