Tali Sepatu Pelangi untuk Mendukung Pemain Gay

, London – Para pesepakbola profesional di Inggris dan Skotlandia diajak untuk mendukung kampanye anti homofobia dalam sepakbola dengan memakai tali sepatu berwarna pelangi pada laga-laga yang akan mereka mainkan bersama klub mereka akhir pekan ini. Sepasang tali sepatu berwarna pelangi telah dikirimkan kepada setiap pemain di Liga Primer dan Liga Sepakbola Inggris, juga kepada 42 tim di Liga Sepakbola Profesional Skotlandia oleh organisasi yang memperjuangkan hak para gay, Stonewall , dengan dukungan rumah judi Paddy Power . Kampanye Hak Bagi Pesepakbola Gay difokuskan pada perubahan sikap terhadap homoseksualitas dalam sepakbola bukannya untuk mendorong para pemain mengakui jati dirinya sebagai gay. Kampanye ini mengajak para pemain untuk memakai tali sepatu berwarna pelangi dalam pertandingan pada 21 dan 22 September. “Ini saatnya bagi klub-klub sepakbola dan para pemain untuk maju dan menunjukkan sikap yang tegas menentang homofobia dalam cabang olahraga nasional ini,” kata wakil chief executive Stonewall , Laura Doughty. Doughty menambahkan: “Dengan memakai tali sepatu pelangi, para pemain akan menyampaikan pesan yang mendukung para pemain gay dan bisa mulai membawa sepakbola memasuki abad ke-21.” Tak ada pemain di liga profesional Inggris dan Skotlandia yang diketahui sebagai gay. Tapi, mantan pemain Leeds United dan timnas Amerika Serikat, Robbie Rogers, yang pensiun Februari lalu, mengumumkan dirinya seorang gay dan ia mengaku tak bisa melanjutkan kariernya lantaran mentalitas para pemain terhadap kaum gay. Ia kemudian mencabut keputusannya untuk gantung sepatu dan bergabung dengan LA Galaxy. Sebelum Rogers, hanya ada dua pesepakbola yang terang-terangan mengaku sebagai penganut homoseksual. Mantan pemain timnas Inggris U-21, Justin Fashanu, adalah pesepakbola profesional pertama di Inggris yang mengakui jati dirinya pada 1990 sebelum ia bunuh diri delapan tahun kemudian di usia 37 tahun. Pengakuan serupa juga dilontarkan pemain di divisi bawah Swedia, Anton Hysen, yang juga putra dari mantan bek Liverpool, Glenn Hysen, dalam wawancara dengan majalah sepakbola Swedia pada 2011. | A. RIJAL

Sumber: Tempo.co