Bantu Suami Benahi Pompa Air, Istri Tewas Tersengat Listrik di Bojonegoro

Bojonegoro – Bencana banjir yang mulai surat di Kabupaten Bojonegoro justru membuat sedih keluarga Ruslan (50), penduduk RT-03/RW-01 Desa Mulyorejo. Kecamatan Balen. Isteri Ruslan, Siti Amanah (45) tewas akibat tersengat arus listrik di rumahnya, Jumat (2/12). Korban tersengat arus listrik 220 volt ketika membantu membenahi kabel pompa air yang sedang dipindahkan suaminya dari genangan banjir. Almarhumah terpaksa dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Prambatan yang kebetulan lokasinya tidak mengalami kebanjiran parah seperti di TPU Desa Mulyorejo. Kapolsek Balen AKP Rasito menambahkan, bahwa meninggalnya almarhumah murni kecelakaan. “Kami sudah memeriksa suami korban dan tetangga korban. Tidak ada unsur kesengajan dalam peristiwa tersebut,” ujar AKP Rasito. Banjir luapan Sungai Bengawan Solo beserta anak-anak sungainya yang beberapa hari melanda seluruh perkampungan penduduk di daerah aliran sungai (DAS) di Kabupaten Bojonegoro sisi wilayah Barat, memang mulai surut, Senin (5/12). Mulai dari wilayah langganan banjir di Kecamatan Kalitidu, Kapas, Trucuk, Kecamatan Dander, dan Kecamatan Bojonegoro Kota, genangan banjir yang semula merendam rumah-rumah penduduk hingga satu meter, sebagian besar sudah surut tinggal antara 5 hingga 20 sentimeter saja. Namun untuk wilayah Bojonegoro bagian Timur, mulai dari Kecamatan Balen, Kanor dan Kecamatan Baureno, genangan yang merendam rumah-rumah warga masih terjadi dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 50 cm atau 0,5 meter. “Elevasi air Sungai Bengawan Solo, Minggu sore di papan duga Karangnongko sudah menurun drastis dari 15,15 peilschaal menjadi 13,94 peilschaal. Karenanya kami sudah langsung turunkan dari Siaga III langsung ke Siaga I. Hanya saja penurunan status siaga itu bersifat sangat sementara, karena kondisi cuaca diprediksi masih akan turun hujan cukup deras dalam beberapa pekan mendatang,” ujar Kepala BPBD Bojonegoro, Andhik Sudjarwo. Ia membenarkan, para pengungsi yang selama tiga hari sebelumnya bertahan di tenda-tenda daruat di badan jalan raya dan gedung serbaguna milik Pemkab Bojonegoro, mulai kembali ke rumah. Dari catatan BPBD Bojonegoro, selama tiga hari terakhir hingga Minggu sore, tercatat 72 desa terendam banjir dan 8.531 unit rumah warga, 21 sekolah, 13 masjid dan 23 musala terendam banjir. Meluapnya air Bengawan Solo karena dua tanggul di kawasan Piyak, Kecamatan Kanor dan Puncangarom, Kecamatan Baureno jebol, sehingga banjir makin meluap masuk ke permukiman warga. “Sekarang ini tinggal di wilayah timur, meliputi Kecamatan Kanor, Boureno, dan Balen yang masih tergenang banjir,” ujar Andhik Sudjarwo. Aries Sudiono/JAS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu