Mentan dan Mendag Sepakati Aturan Baru Impor Sapi

Jakarta – Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyepakati aturan baru impor sapi terutama indukan dan bakalan bagi importir swasta dan koperasi. Seusai pertemuan kedua menteri tersebut di Kantor Kementerian Pertanian (Kemtan), Jakarta, Senin (10/10), Mentan menyatakan, hasil rapat menyepakati aturan impor sapi untuk importir swasta harus memenuhi ketentuan 1:5 impor sapi bakalan dan indukan. “Artinya, setiap impor lima ekor sapi bakalan maka satu ekor haruslah indukan,” kata Amran. Menurut Amran, ke depan semua izin impor sapi dan komoditas strategis lainnya melalui Kemdag, sedangkan rekomendasi dari Kemtan. Selain aturan untuk importir swasta, dalam pertemuan tersebut juga disepakati aturan impor sapi oleh koperasi petani dengan ketentuan impor 1:10. Artinya setiap impor 10 ekor sapi, 1 di antaranya harus indukan. Hal itu untuk menambah populasi sapi sehingga tidak lagi impor. Ia mencontohkan, jika dalam sekali impor terdapat sapi indukan, maka induk tersebut tidak akan dipotong dan akan melahirkan sapi baru. “Nanti peternak itu kan tidak lagi tergoda untuk memotong indukan atas kebutuhan ekonominya,” ujar Amran. Terkait realisasi penerapan aturan tersebut, Mentan menyatakan, draf tentang syarat impor belum ditandatangani. Namun dia menyebutkan segera diterapkan, serta akan dievaluasi pada 2018. Sementara Mendag Enggartiasto menceritakan kunjungan kerjanya bersama Mentan, Menkop UKM (Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menangah), dan Menteri Desa beberapa waktu lalu ke Lamongan yang dinilai akan dijadikan percontohan untuk swasembada sapi. Oleh karena itu, pemerintah juga ingin mengatur impor sapi indukan dan bakalan untuk koperasi 1:10. Menurut dia, peternak sapi akan dikoordinasikan dalam bentuk koperasi yang dibawahi Kemkop UMKM. “Kita harus mengawasi ini benar-benar sampai tepat sasaran, 1 indukan dan 10 bakalan untuk koperasi peternak. Khusus koperasi peternak ini adalah gabungan dari peternak-peternak kecil. Nanti Kemkop UMKM akan memberikan pembinaan kepada koperasi,” katanya. Mendag menyatakan, dengan pemberian izin impor sapi kepada peternak melalui koperasi, diharapkan mereka tidak lagi tergoda memotong indukan. /WBP

Sumber: BeritaSatu