Tahun Depan, DKI Akan Bangun 75 Tempat Pemotongan Hewan Kurban

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat masih banyak menemukan warga memotong hewan kurban di trotoar atau di pingggir jalan. Hal itu terbukti dari hasil pemantauan Djarot di lapangan. Agar hal itu tidak terjadi lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membangun 75 tempat pemotongan hewan kurban berstandar nasional di seluruh wilayah DKI Jakarta. “Secara umum pemantauam pemotongan hewan kurban di Jakarta berjalan dengan baik dan hiegines. Tetapi saya masih melihat warga memotong di pinggir jalan dan trotoar. Ini yang akan kita tertibkan,” kata Djarot di tempat pemotongan hewan kurban di Masjid Al Azhar, Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (12/9). Sebab, mulai tahun depan, warga tidak boleh lagi memotong hewan kurban di pinggir jalan atau di trotoar. Karena selain tidak memenuhi kaidah ajaran agama Islam, juga tidak higienis dan mengotori lingkungan dengan limbah hewan kurban. “Jadi, kami akan bangun rumah pemotongan hewan sementara agar pemotongam hewan kurban lebih tertib, aman, higienis, dan tak mengotori lingkungan,” ujarnya. Diharapkan rumah pemotongan hewan kurban dapat meniru prototipe rumah pemotongan hewan standar nasional di Masjid Al Azhar, Pulogebang, Jakarta Timur. Diharapkan rencana membangun tempat potong hewan berstandar nasional‎ bersama Kementerian Pertanian (Kemtan) diharapkan mampu menghasilkan daging hewan kurban yang memenuhi aspek kesehatan. “‎Tahun depan, insyaalah ada kenaikan juga‎. Kami akan bekerjasama sama Kementerian Pertanian‎ untuk bangun ini‎ (tempat pemotongan hewan berstandar nasional-red),” ungkapnya. Untuk kebutuhan hewan kurban tersebut, minimal harus ada 15 tempat pemotongan hewan kurban di satu wilayah. Artinya, tahun depan, ada sekitar 75 tempat pemotongan hewan berstandar nasional dibangun Pemprov DKI Jakarta dan Kemtan. “‎Kami harapkan paling tidak di satu kota, bisa ada 15 titik tempat pemotongan hewan kurban. Nanti titiknya di mana nanti kita tentukan. Ini untuk menampung masyarakat yang ingin memotong hewan kurban‎,” paparnya. Dengan begitu,‎ warga yang ingin menyembelih hewan kurban, bisa melakukan pemotongan di tempat pemotongan yang akan dibangun tersebut. Saat ini, ia sudah meminta Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan DKI untuk mendata lokasi mana saja yang bisa didirikan tempat pemotongan hewan kurban. “Dinas KPKP DKI akan mendata lokasi mana yang bisa dibangunkan tempat pemotongan hewan kurban sementara,” tukasnya. Pemprov DKI Jakarta dan Kemtan telah sepakat membangun tempat pemotongan hewan kurban berstandar nasional‎ difokuskan di sekolah dan tempat terbuka di pemukiman warga. Seperti diberitakan sebelumnya, Kementerian Pertanian sudah membangun satu unit tempat pemotongan hewan berstandar nasional di Ibukota. Letaknya di Sentra Primer Masjid Al Azhar di Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur. Lokasi itu, pada Kamis (8/9) telah dikunjungi Djarot. Lenny Tristia Tambun/YS Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu